Melihat Lebih Dekat Rumah Asli Transmigrasi Tahun 80 an

0
Melihat Lebih Dekat Rumah Asli Transmigrasi Tahun 80 an.Sebamban, Kalimantan Selatan - Melihat Lebih Dekat Rumah Asli Transmigrasi Tahun 80 an, Masih ingat pada tahun 1980 pada masa pemerintahan Pak Harto Presiden RI ke 2, beliau pernah mencanangkan pemekaran daerah di wilayah Kalimantan Selatan dalam bentuk Program Transmigrasi. Jika sudah lupa atau belum pernah dengar namanya Transmigrasi, silahkan cari literatur atau sekedar mencari informasi di Google. Ya memang pada tahun tahun tersebut banyak penduduk dari daerah Jawa diikutkan program transmigrasi ke beberapa wilayah di Indonesia yang masih sepi penduduk, sebut saja sumatra dan kalimantan adalah bukti nyata program itu dilaksanakan. menurut cerita dulu yang diberangkatkan ke tempat trans adalah mereka yang di Jawa memang belum mampu secara sandang dan pangan serta papan kemudian pemerintah mengusung program transmigrasi geratis dengan biaya, rumah, lahan garapan serta makanan di sediakan oleh pemerintah sampai dianggap para transmigrasi tersebut mampu untuk hidup mandiri di daerah tersebut.

Ketika kami jalan jalan diwilayah pertambangan dikalimantan selatan, kami terhenti sejenak dan memandang disudut pojok pedesaan yang dulu adalah wilayah transmigrasi, namun kondisinya sekarang sudah jauh lebih berubah dan modern. namun ada yang cukup membuat hati ini tersentuh ketika melihat salah satu rumah milik warga yang cukup sederhana dan berbeda sekali dengan rumah lainnya. kemudian kami menghampiri seseorang yang berada tidak jauh dari tempat tersebut yang ternyata adalah pemilik rumah. Kemudian kami sempat ngobrol kesana kemari dan pada akhirnya pemilik rumah berkata " ini rumah asli Trans lo mas, saya pertahankan meskipun ada perbaikan sedikit sedikit tapi 90% ini masih produk trans" kemudian kami bertanya kenapa pak sampai segitunya mau mempertahankan, kemudian bapak tersebut menjawab lagi. "Banyak kenangan kenangan yang susah untuk di tinggalkan mas" kemudian dia menjelaskan bahwa dulu ketika baru datang di wilayah ini semuanya serba hutan, kanan kiri tidak ada penduduk, tidak ada penerangan,ya mereka yang datang dari jawa inilah yang kemudian dibuatkan oleh pemerintah kemudian dibiayai dan di kasih lahan untuk bercocok tanam dan akhirnya sampai seperti inilah sekarang. Sebetulnya bapak ini kalaupun mau membangun rumah yang bagus seperti tetangganya bisa karena dia bercerita punya lahan pohon karet yang penghasilan perbulannya cukup untuk menabung dan memenuhi kebutuhan sehari hari.

Usut cerita selain ingin mengenang masa masa dulu dengan rumahnya, ternyata di daerah tersebut terkandung batubara yang cukup banyak depositnya. Lahan pekarangan bapak itu sempat dilakukan pengeboran oleh sebuah perusahaan pertambangan. Kemudian buat apa saya harus membangun rumah bagus bagus di sini toh nantinya harus dihancurkan sama alat alat berat dari perusahaan itu. lambat hari pasti penambangan akan terus dan sampai di tempat saya ini mas katanya. dan pada saat pekerjaan penambangan itu sampai disini sampai situ pula lah kenangan saya akan berakhir dan hanya mengisahkan cerita dalam hati dan pikiran yang akan saya kenang sampai akhir hayat saya, jelasnya.

Kemarin sudah ada perwakilan dari sebuah perusahaan yang mengundang saya ke kantor untuk membebaskan lahan dan rumah saya ini dan di tawar kurang lebih 1,3 Milyar. Waoooo, fantastis sekali harganya kelakar kami. kemudian bapak itu menjawab sebetulnya tidak ada apa apanya mas uang 1,3 M itu, masih berharga kenangan saya bersama rumah itu katanya. kemudian kami sempat berfikir sejenak, ternyata masih ada ya orang seperti ini. yang masih menghargai sebuah kehidupannya tidak semata mata hanya karena uang.

Terlepas dari itu, semua tergantung dari sudut pandang masing masing, boleh pro dan boleh juga ada yang kontra yang jelas itu pengalaman hidup dan perjuangan hidup yang patut kita hargai. dan akhirnya kami pamit dan membawa sebuah pengalaman dari kisah itu.

Blogging