Benarkah Perusahaan Amazon Inggris diganjar denda 1 Milyar, karena salah beri label paket berbahaya

0
Benarkah Perusahaan Amazon Inggris diganjar denda 1 Milyar, karena salah beri label paket berbahaya
Bagi sebuah perusahaan besar yang segmen pemasarannya secara online pasti sudah terbiasa dalam menangani berbagai pengiriman produk dalam jumlah yang tidak sedikit. Seperti perusahaan Amazon ini, dalam sebuah laporan menyebutkan, dalam setiap harinya perusahaan amazon dapat mengirim barang tak kurang dari 500.000 produk kepada berbagai konsumennya di seluruh dunia.

Tentu saja dengan sistem yang sudah tertata rapi dan canggih perusahaan ini tidak sulit untuk melakukannya. Tetapi sistem adalah sistem semua juga buatan manusia meskipun sudah dilakukan berbagai uji coba untuk kesempurnaan sebuah sistem masih juga terdapat kemungkinan kesalahan. Seperti yang terjadi di perusahaan amazon inggris ini.

Sebuah kesalahan kecil mungkin sudah biasa terjadi dan bisa diatasi dengan cepat dan tidak begitu berdampak pada kelangsungan sebuah perusahaan, tetapi sebagian kasus bisa jadi sebuah masalah yang besar dan berdampak cukup signifikan dan fatal yang bisa berdampak langsung yang berakhir dengan kerugian.

Kasus ini terjadi di perusahaan cabang amzon di inggris, yang kemudian dari masalah ini pihak amazon mendapatkan denda sebesar 84.000 dolar karena kesalahan dalam memberikan sebuah label untuk isi produk kategori berbahaya.

Pengiriman melalui Udara
Dari pantaun media lokal setempat, bahwa hukuman denda tersebut telah final. Awal kejadiannya bermula dari Badan Pengawas Keamanan Penerbangan Inggris CAA ( Civil Aviation Authority ) memberikan sebuah peringatan terkait dengan pengiriman barang yang dilakukan oleh pihak amazon.

Dari peringatan tersebut, akhirnya salah satu layanan pengiriman barang royal mail yang menjadi jasa kurir pengiriman barang mengajukan tuntutan melalui pengadilan di daerah london. Dalam keterangan tuntutan itu menyebutkan bahwa royal mail dalam mengirimkan paket milik amazon, ada beberapa produk yang tidak dapat melalui sistem ketika akan di kirim melalui udara. Dalam pengiriman tersebut terindikasi barang berbahaya. Maka dari itu pihak bandara tidak dapat meloloskan barang tersebut untuk dikirim.

Royal Mail dalam tuntutannya
Setelah kejadian itu Royal Mail kemudian mengingatkan kembali kepada pihak amzon tentang pengiriman barang berbahaya tersebut yang sudah mulai terjadi sejak tahun 2013. Karena pada waktu itu royal mail sudah mengalami kejadian yang sama dimana kesulitan dan mendapatkan masalah dalam mengirim paket amazon kepada konsumen.

Kemudian apa sih barang yang dianggap berbahaya itu, Barang itu sebetulnya sudah cukup umum dikirim dan dijual oleh perusahaan amazon. Tetapi untuk pengiriman melalui fasilitas udara, tidak mengijinkan mengirimkan produk atau bahan mentah seperti itu. apa itu ? Barangnya adalah aerosol serta baterai lithium.

Dikabarkan juga, Royal mail mencatat ada kurang lebih 782 paket yang berbeda beda diaman isinya merupakan barang yang berbahaya dan tidak bisa dikirim melalui fasilitas udara. Sebenarnya perusahaan royal mail sudah melakukan pendekatan dan juga peringatan, namun menurutnya pihak amazon tidak memberikan tanggapan yang positif terkait dengan masalah ini.

Amazon dan Pembelaannya
Ketika pihak amazon dikonfirmasi, perusahaan ini memberikan pernyataan bahwa masalah yang terjadi bukan kesalahan dari pihak perusahaan, karena mereka telah mengetahui mana barang yang dinyatakan berbahaya dan mana yang tidak. Karena dalam pengepakannya atau dalam proses pengiriman barang tersebut telah diperlakukan secara khusus oleh para pekerja dipusat pengiriman.

Namun akhirnya yang menjadi masalah adalah ketika staf yang berada dinegara produsen seperti china, rumania dan india tidak memberikan label yang tepat pada barang yang dikategorikan barang berbahaya tersebut. Nah kesalahan dari pemberian label tersebut mengakibatkan pihak amazon inggris mengira bahwa produk tersebut aman dikirim melalui fasilitas udara.

Perwakilan amazon menyatakan bahwa hingga tahun 2015 sudah ada sekitar 331 juta paket setiap minggunya yang di kirimkan kepada konsumen dan mayoritas tidak mengalami masalah. Pihak pembela dalam sidang yang telah usai beberapa waktu lalu merasa bahwa tidak ada sesuatu yang dilanggar kecuali masalah kesalahan pemberian label yang dilakukan oleh pihak produsen dimana produk tersebut di buat.

Tetapi barang bukti dan tuntutan terkait masalah ini yang telah dilakukan oleh pihak royal mail terkait peringatan sejak tahun 2013 menjadikan sulit untuk pihak amazon. Akhir nya pihak amazon diberikan hukuman oleh pengadilan dengan denda sebesar 84.000 dolar dan tambahan 77.860 dolar untuk biaya penuntutan.

Artikel Lainnya: Keuntungan ikut menjadi affiliate amazon.com

Mungkin sekelas amazon denda segitu bukanlah angka yang besar, tetapi dari kejadian itu kita bisa mengambil hikmahnya. Bukan sekedar uang semata tetapi lebih ke faktor keselamatan dan keamanan bagi konsomen dan masyarakat umum tentunya. Karena barang barang berbahaya yang dapat memicu kerugian dan keamana orang banyak dimana mana negara menjadi perhatian serius.

Blogging